HappyFresh Andalkan Promosi untuk Dongkrak Transaksi

HappyFresh Indonesia, perusahaan e-commerce yang dilengkapi dengan cek resi melayani jasa antar pembelian keperluan harian mengadakan beragam promo untuk menggejot usaha. Promosi yang digerakkan berbentuk potongan harga baik dari kerja sama juga dengan supermarket, brand-brand dari HappyFresh, ataupun lewat kerja sama juga dengan Mastercard.

Fajar Adhitya Budiprasetyo, Co-Founder and Chief Technology Officer HappyFresh menyebutkan promosi menyumbang transaksi yang besar pada e-commerce ini. Dia mengklaim, setiap bln. customer yang datang selalu bertambah hingga double digit.

HappyFresh Andalkan Promosi untuk Dongkrak Transaksi

” Product seperti buah-buahan serta daging adalah product yang paling banyak dibeli, ” ungkap Fajar pada Kontan. co. id pada Senin (25/9).

Sekarang ini HappyFresh telah mengandeng delapan supermarket seperti Lotte, Transmart, Farmers, Carrefour, Loka. Diluar itu, HappyFresh juga sudah bermintra dengan delapan specialty store seperti Dapur Cokelat atau Groovy Pet Store.

” Kita selalu meningkatkan kerja sama juga dengan menaikkan kerja sama juga dengan supermarket yang lain. Kami konsentrasi di supermarket, bukanlah mini market karna kami konsentrasi di pembelanjaan mingguan, ” tutur Fajar.

Sampai akhir th., pasar digital keperluan pokok ini akan tidak lakukan ekspansi ke kota baru ataupun mencari investor baru. Pihaknya juga akan fokus pada pemasaran.

HappyFresh paling banyak dipakai untuk berbelanja keperluan pokok tiap-tiap minggu. Fajar katakan, rata-rata pelanggan HappyFresh berbelanja diatas Rp 500. 000. Service HappyFresh ada di Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bandung, serta Surabaya. Sedang diluar negeri, HappyFresh melayani keperluan pokok di Kuala Lumpur serta Bangkok.

Mengenai Google Bulan Ramadhan

Google melaunching beberapa data mengenai tingkah laku customer Indonesia sepanjang bln. suci Ramadan. Satu diantaranya mengenai aktivitas berbelanja on-line, yang diprediksikan juga akan bertambah sepanjang Ramadan.

Berdasar pada tingkah laku customer pada 2016, orang-orang Indonesia sepanjang Ramadan 2017 juga akan memakai internet untuk belanja product baru.

Pada 2016, pencarian yang terkait dengan baju melonjak 2, 8 kali lipat, alat-alat rumah tangga bertambah 2 kali lipat, serta promosi handphone 1, 8 kali lipat. Pencarian itu selanjutnya memancing customer untuk belanja on-line.

” Bahkan juga orang yang umumnya tidak belanja on-line, juga akan beli suatu hal dari internet sepanjang Ramadan. Untuk beberapa pengiklan, pastinya peristiwa ini begitu perlu, sedang beberapa perusahaan harus juga meyakinkan merk mereka unggul sepanjang periode ini, ” ungkap Head of e-Commerce Google Indonesia, Henky Prihatna, waktu didapati di Senayan, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Beberapa aktor e-Commerce, kata Henky, mesti dapat memakai kesempatan dengan baik waktu Ramadan. Mereka mesti dapat berencana serta buat kampanye yang menghadirkan product atau service, yang bisa menarik perhatian customer sepanjang Ramadan.

” Sepanjang Ramadan, orang-orang Indonesia memakai tehnologi digital untuk lakukan beragam hal, termasuk juga berbelanja. Data seperti ini perlu untuk beberapa marketer. Mereka mesti dapat memakainya dengan baik karna data is the new oil, ” papar Henky.

Data beda tingkah laku customer sepanjang Ramadan

Sama dengan hari-hari umum, Google tetaplah jadi sumber pencarian. Tetapi penelurusan di Google bertambah 28 % sepanjang Ramadan th. lantas dibanding 2015. Netizen memakai mesin pencari Google untuk memperoleh info serta ide yang terkait dengan Ramadan.

Diluar itu, Google juga mengungkap kalau pengeluaran dapat jadi membengkak serta sebagian orang tidak bisa membayar dengan uang tunai.

Pada 2016, pencarian berkaitan pembayaran lewat angsuran bertambah 1, 6 kali lipat, sedang promo kartu credit bertambah 1, 2 kali lipat.

Lalu, pencarian di Google terkait dengan promosi serta potongan harga mencapai puncak waktu Ramadan. Umpamanya, pencarian smartphone menjangkau puncaknya pada minggu pemberian tunjangan hari raya (THR). Hal semacam ini tampak dengan penambahan keyword mengenai harga serta promosi sebesar 40 %.

Paling akhir, berdasar pada trend pencarian Google, pemudik di Indonesia berencana perjalanan dengan kereta sekira tiga bln. sebelumnya Ramadan, sesaat bus serta penerbangan domestik diawali sekira dua bln. terlebih dulu.