Cerita Masjid di Sragen Jawa Tengah

Cerita Masjid di Sragen Jawa Tengah

Cerita Masjid di Sragen Jawa Tengah

Warga Desa Poleng Kecamatan Gesi sempat digegerkan dengan teriakan salah satu warga yang sangat keras. Ternyata, dirumahnya sempat kemalingan satu buah televise dan VCD player. Suara itu tampaknya tidak jauh dari Masjid, jaraknya mungkin 50 meteran ke arah timur, suara semakin kencang lantaran sang pemilik rumah yang diketahui bernama Verika Novi ini menangis sejadi-jadinya. Tangisan itu membuat warga sekitarnya pun ikut berbondong-bondong untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata, pagar rumah Veronika yang kebetulan suaminya sedang dinas di Luar Kota sehingga hanya menyisakan dia dan putrinya Angelia Sofie dirumah itu sudah terbongkar seperti ada orang yang sengaja merusaknya.

Diperkirakan, maling itu datang dikisaran pukul 00.30 Wib keatas ketika semua orang tampak sudah terlelap tidur. Melalui pintu pagar rumah dari belakang itu maling masuk dan menggasak televise dan VCD player. Beberapa warga lainnya langsung inisiatif dengan menelpon polisi setempat serta yang lainnya pergi ke Masjid untuk memberikan pengumuman agar semua warga juga tahu. Tidak berselang lama, Polisi datang untuk melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan rumah Veronika diberi garis pilisi atau police line.

Berita tersebut langsung menjadi pembicaraan warga karena merasakan ikut iba dan khawatir pasalnya bukan lagi ini saja kemalingan itu terjadi jika dihitung dalam satu tahun terakhir atau dalam bulan-bulan terdekat ini sudah sering terjadi kemalingan. Seperti kotak amal Masjid yang tiba-tiba hilang isinya beberapa minggu yang lalu, dan hewan peliharaan milik Pak Narto lima hari yang sebelumnya mengakibatkan lima sapi pak Narto lenyap entah kemana. Kejadian itu belum ditambah dengan rangkaian peristiwa seperti di Desa Blangu juga pernah ada kemalingan dan Desa Pilangsari katanya juga pernah ada.

Rangkaian peristiwa ini sebenarnya saya dapatkan ketika baru saja pindah ke Desa Poleng karena mengikuti istri. Seperti biaya kalau salat magrib pasti ke Masjid untuk berjamaah, sambil mengenalkan diri ke warga sekitar batinku. Ternyata benar apa yang dikatakan istriku tercinta, jika warga Poleng saat jamaah Salat Margrin Masjid selalu dipenuhi para jamaah, dan pada kesempatan itulah saya bisa berkenalan dengan calon tetanggaku. Usai salat magrib semuanya masih berkumpul di halaman depan Masjid sambil sekalian salat isyak. Pada saat warga berkumpul itu aku pun ikut nimbrung disitu dan memperkenalkan diri karena aku adalah orang baru disitu agar semuanya kenal aku harus memberikan salam terlebih dahulu.

Selesai memperkenalkan diri, cerita-cerita itu bermunculan dari mulut warga. Katanya mulai saat ini semua warga harus siaga siang ataupun malam. Dan mereka juga menjadwal bagi kaum pria untuk menjaga ronda secara bergantian agar semakin aman Desa Poleng. Akupun meski baru juga kedapatan jadwal ronda, dan kesempatan itu sangat menyenangkan bagiku apalagi bisa lebih dekat dengan masyarakat sekitar.